Generate Your Own Glitter Graphics @ GlitterYourWay.com - Image hosted by ImageShack.us

Halloo...para pengunjung yang sengaja atau tidak sengaja menemukan blog ini. Nulis Maning hanyalah catatan seorang perempuan yang baru belajar dan semuanya secara otodidak.

Tujuan semula adalah sebagai pengingat dan pembelajaran diri sendiri. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada yang ingin mengambil ilmunya, memberikan kritik, dan saran agar blog ini bisa lebih baik lagi. Semoga ilmu yang kita peroleh membawa keberkahan. Amin.

Mohon maaf kepada para blogger, para jurnalis, pakar keluarga, pakar merajut, ilmuwan, dan para ahli masakan jika tulisan dalam blog ini masih banyak kekurangan. Terima kasih untuk sumber-sumber referensi yang saya kutip.

Friday, January 25, 2008

Apa Yang Dipunyai Anak Dari Orang Tua???

Maksud judul diatas, lebih sederhananya anak mirip ayah atau ibu. Sudah menjadi hal yang lazim, setiap ada anak yang baru lahir kedunia, muncul pertanyaan: mirip siapa ya??
Namun lucunya, hal ini malah rame dibicarakan oleh saudara2 entah itu oma, mbah, om tante, pakde bude. Ada yang bilang rambut mirip ayah, hidungnya mirip ibu, pipi mirip simbah lah dan lainnya, Malah ada yang bilang anak perempuan lebih mirip ke ayah, anak laki2 lebih condong ke ibu. yang mana yang bener ya??

Padahal orang tuanya tenang2 aja dan yang ada senyum bahagia. Baginya kelahiran anaknya, merupakan ciptaan Allah yang paling sempurna yang dikaruniakan diamanahkan kepada mereka. Alhamdulillah, permata hatinya lahir dengan lancar, sehat, normal, dan tak kurang apa pun..itu yang paling penting bagi orang tua.

"Nah, kalo yang ini bak pinang dibelah 2 atau pinang dibelah 4 ??"

Ternyata
kemiripan seseorang dengan orang lain memang tak mesti karena faktor genetik. Memang, sih, soal asal-usul kemiripan ini masih menjadi perdebatan panjang, apakah memang melulu disebabkan faktor alamiah/genetik atau lebih karena pengaruh lingkungan. Kubu pertama meyakini faktor lingkunganlah yang sebetulnya paling dominan dalam membentuk diri seseorang. Sementara, pendapat lain yang mengatakan faktor genetiklah yang paling berperan memunculkan kemiripan karena sifat ini telah mengalir dalam diri seseorang sejak lahir, juga tak bisa disangkal kebenarannya.

Berikut beberapa elemen fisik dan psikis yang merupakan bentuk kemiripan seseorang dengan lainnya.
* Raut Wajah
Elemen ini termasuk kategori faktor lingkungan. Bukankah lingkungan yang pertama kali dikenal bayi adalah orang tuanya? Otomatis, bayangan mengenai wajah ayah dan ibu akan terekam kuat dalam ingatan si kecil. Bila orang tua selalu menunjukkan roman muka cerah dan riang gembira, maka bayi pun akan merespon dengan raut wajah yang sama. Atau sebaliknya, bila orang tua selalu murung di hadapan anaknya, jangan heran kalau si kecil juga akan menunjukkan reaksi wajah yang kurang lebih sama. Proses inilah yang menjadi latar belakang, mengapa anak yang diadopsi sejak kecil mungkin sekali memiliki kemiripan wajah dengan kedua orang tua angkatnya.

Selain mimik wajah riang atau murung, bayi juga meniru reaksi-reaksi spontan, semisal senyuman. Ada orang tua yang terbiasa menyunggingkan senyum lebar atau biasa-biasa saja. Nah, bayi pun akan melakukan hal sama seperti yang dilihatnya dari lingkungan terdekatnya.

* Karakter
Di balik rahasia kemiripan wajah, ada kesamaan lain yang juga mudah ditemui, yakni kesamaan karakter atau sifat dasar. Anak yang dibesarkan oleh orang tua penyabar, besar kemungkinan akan tumbuh menjadi anak yang kalem serta lembut tutur kata dan perilakunya. Sebaliknya, orang tua yang mendidik anak dengan penuh kekerasan dan kekasaran akan menghasilkan generasi penerus yang memiliki karakter serupa. Dengan kata lain, karakter seseorang sebetulnya sangat bisa dibentuk oleh lingkungannya. Hanya perlu diingat, karakter seorang anak masih bisa berubah bila orang tuanya menerapkan pola asuh yang berbeda dari pola sebelumnya.

* Kebiasaan
Kalau sejak kecil dibiasakan berdisiplin oleh orang tuanya, maka sikap ini kelak akan tertanam kuat dalam diri anak. Contohnya, anak yang dibudayakan untuk rajin bersih-bersih di rumahnya, sampai dewasa besar kemungkinan akan terpanggil melakukan hal sama. Kebiasaan-kebiasaan tersebut secara sadar atau tidak akan menjadi bagian dalam hidupnya. Jika dibiasakan bertatakrama, misalnya, ketika beranjak besar, tanpa disuruh pun ia akan bertutur sopan dengan siapa saja.

Sedikit, melenceng dari judul. Apakah benar ada kemiripan antara suami dan istri..
Kemiripan Di Antara Suami-Istri

Konon sudah dilakukan penelitian yang menyoroti soal kemiripan wajah seseorang dengan pasangan hidupnya. Studi yang dilakukan hingga puluhan tahun ini menyimpulkan adanya kecenderungan para responden memilih pasangan yang memiliki wajah mirip dengan wajahnya, dan di antara pasangan yang berjodoh ternyata terdapat kemiripan-kemiripan tertentu.
Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa orang lebih menyenangi atau menaruh respek pada mimik wajah yang menyiratkan keunikan menurut pandangannya. Ternyata keunikan yang dimaksudkannya itu sebenarnya juga terdapat pada wajahnya sendiri.

Yang juga menarik, tak sedikit pasangan suami-istri yang semakin lama menunjukkan kemiripan wajah. Padahal bisa saja ketika mereka melangsungkan pernikahan dulu, raut wajah masing-masing terlihat sangat berbeda. Hal ini memang bisa dijelaskan dengan teori-teori, tapi sebetulnya tak ada satu pun kemiripan yang betul-betul identik, bahkan di antara saudara kembar sekalipun.

Nah, kemiripan yang tumbuh di antara suami istri itu, menurut Ika, sebetulnya bukan melulu dalam soal fisik. "Bisa saja yang satu mancung, lainnya pesek. Yang pasti ada kesamaan minat dan kemiripan emosi di antara mereka karena mereka melakukan ekspresi dengan cara yang kurang lebih sama. Orang, kan, menemukan kecocokan dengan pasangannya karena merasa setipe. Dengan sendirinya, segala sesuatunya jadi segelombang. Dalam skala yang lebih luas, kemiripan juga bisa terjadi dalam pola pikir dan wawasan mengingat mereka hidup bersama dalam interaksi yang paling akrab."

Referensi: Tabloidnakita

No comments: